Saturday, October 4, 2014

Salam Eiduladha

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar.. Laailahaillallah huwallah huakbar..
Allahuakbar walillah hilham.. 

Takbir di malam Eiduladha untuk sekalian umat Islam di muka bumi ini.. Bisa mencetuskan 1001 perasaan di dalam diri kita, syahdu, sebak, sayu, dan pelbagai rasa yang hanya empunya diri merasakannya.. 


“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah solat karena Tuhanmu, dan sembelihlah haiwan ( qurban). Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (QS. Al-Kausar : 1-3) 

Salah satu bukti bahawa seorang mukmin telah lulus cubaan dalam nikmat harta kekayaan adalah ia dengan ikhlas mengunakannya untuk ibadah haji. Sehingga bagi orang demikian akan memperoleh haji yang mabrur. Sedang haji mabrur pahalanya hanyalah surga, sebagaimana sabda Nabi SAW : 

“Orang yang dapat mencapai haji yang mabrur tiada pahala yang pantas baginya selain surga”. (Al-Hadis).




Kisah ketika Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya Ismail, telah menjadi tradisi turun-temurun bagi umat muslim. Nabi Ibrahim yang sulit untuk menyembelih anaknya sendiri, mengabaikan perasaannya itu demi menjalankan dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta Allah swt. Nabi Ibrahim diperitahkan oleh Allah swt untuk mengorbankan Ismail lewat mimpi. Nabi Ibrahim yang gundah gulana akhirnya menceritakan mimpinya kepada isterinya. Jika memang itu merupakan perintah Allah, maka laksanakanlah!

Kesungguhan dan keihklasan Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah, dibalas dengan pergantian Ismail dengan haiwan kurban. Hingga akhirnya Ismail pun tidak jadi disembelih. Keteguhan dan kesabaran Nabi Ibrahim telah memberikan kesedaran bahwa Allah memiliki jawapan atas segala perintah yang Ia berikan. Allah dengan segala maha kesempurnaanNya memiliki alasan tertentu dalam setiap ujianNya kepada manusia.

Dari keteguhan dan ketabahan hati Nabi Ibrahim. Umat muslim dapat menarik tiga tujuan penting makna berqurban. 




Pertama, makna berkurban iaitu mendekatkan diri kepada Allah swt. Berkurban bererti kesunggguhan manusia dengan menyerahkan segalanya kepada Sang Pencipta. Seperti halnya Nabi Ibrahim yang mengikhlaskan Puteranya yang paling ia cintai untuk dikurbankan, merupakan wujud penyerahan dirinya kepada Allah swt.

Kedua, dengan berkurban manusia diajarkan untuk berkongsi kepada mukmin lain yang kurang mampu. Seperti hal yang telah dipaparkan sebelumnya. Allah swt selalu mempunyai alasan untuk memerintahkan manusia berkurban. Dengan adanya kurban kaum muslim yang kurang mampu ikut merasakan indahnya islam dengan adanya kurban.

Ketiga, dengan berkurban keikhlasan manusia diuji, diuji dari sifat tamak dan rakus akan harta dunia yang disenangi. Kurban bererti memberikan apa yang kita cintai dan kita sayangi, dalam hal ini ialah harta yang kita miliki, iaitu dengan cara berkurban.






Semoga dengan ibadah Qurban yang kita laksanakan setiap tahun ini dapat mengikhlaskan, menyucikan dan membersihkan hati, jiwa dan raga kita hanya untuk keredhaan Allah swt. 

Sesungguhnya redha Allah itulah yang kita cari untuk kita mendapat tempat yang terbaik disisiNya. 

Salam Eiduladha kepada semua pembaca blog saya. Saya sentiasa mendoakan semua keluarga, saudara mara dan rakan-rakan semua mendapat Rahmat dan Redha Allah swt. Amin! 

No comments:

Post a Comment